Pontianak, Kalimantan Barat — Sebuah insiden tragis mengguncang komunitas peternak dan awak keluarga di Kabupaten Kubu Raya setelah seorang karyawan peternakan ayam petelur ditemukan tewas diduga akibat tersengat listrik dalam kejadian yang menyisakan duka mendalam sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terkait keselamatan kerja di sektor agrikultur.
Insiden ini terjadi pada pekan lalu di salah satu peternakan ayam yang terletak di wilayah pedesaan Kabupaten Kubu Raya. Korban yang belum diketahui identitasnya diumumkan oleh pihak kepolisian setempat sebagai seorang pekerja yang secara rutin melakukan tugasnya di lokasi peternakan.
Pagi yang Biasa Berubah Menjadi Tragedi
Menurut laporan dari Divisi Humas Polri, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar yang biasa ia gunakan saat beristirahat. Dalam kondisi tubuh yang sudah tak bergerak, dugaan awal mengarah pada kejadian tersengat listrik saat korban melakukan aktivitas yang tampak biasa — yaitu sedang mengisi daya handphone miliknya di dalam kamar tersebut.
Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang curiga karena korban tidak muncul seperti biasanya pada waktu istirahat atau saat jadwal kerja. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan tim medis segera dikerahkan ke lokasi.
Temuan di Lokasi dan Dugaan Awal
Pihak kepolisian bersama tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi kamar korban yang berada dekat dengan area peternakan memiliki sumber listrik yang digunakan untuk berbagai peralatan, termasuk lampu, charger perangkat elektronik, dan instalasi lain yang terkait operasi peternakan.
Polisi menyatakan bahwa pada awal penyelidikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau benturan yang mengarah pada tindak pidana lain. Bukti awal kuat menunjukkan bahwa korban diduga tersengat arus listrik saat mengecas handphone di kamar tersebut.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk uji forensik terhadap kabel, stop kontak, serta peralatan listrik di dalam kamar dan area sekitar tempat kejadian untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Reaksi Keluarga dan Rekan Kerja
Keluarga korban dilaporkan sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka menyatakan bahwa korban adalah sumber penghasilan utama keluarga dan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu berusaha membantu kebutuhan rumah tangga melalui pekerjaan di peternakan. Kejadian ini tentu membawa beban emosional yang sangat berat bagi mereka.
Rekan kerja juga mengungkapkan rasa duka dan simpati yang mendalam. Mereka bercerita bahwa almarhum adalah pribadi yang ramah dan selalu bersedia membantu siapa pun di lingkungan kerja. Banyak dari mereka yang merasa kehilangan dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Pertanyaan soal Standar Keselamatan di Lingkungan Peternakan
Insiden ini kembali membuka perdebatan besar mengenai standar keselamatan kerja di sektor peternakan dan pertanian secara umum
Kasus Sejenis di Indonesia dan Dunia yang terkelupas di area persawahan miliknya.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa resiko listrik di pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan listrik tetap nyata dan berpotensi fatal. Hambatan seperti cuaca, instalasi yang kurang aman, serta kurangnya pelatihan membuat pekerja di sektor agrikultur rentan terhadap kecelakaan fatal.
Tanggung Jawab Pemilik Usaha dan Regulator
Dalam setiap kejadian fatal seperti ini, timbul pertanyaan besar: sejauh mana pemilik usaha bertanggung jawab atas keselamatan pekerja?
Penutup: Pembelajaran dari Tragedi
Keluarga korban kini tengah berduka dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian untuk memastikan akar penyebab kejadian